Teori
pengambilan keputusan, teori investasi
dan Pendekatan kebergunaan keputusan
v The Decision Usefulness Approach To
Financial Reporting
Dua hal yang harus
diperhatikan ketika kita menggunakan pendekatan ini (Scoot, 2009):
1.Siapa
saja pengguna laporan keuangan?
Ada
banyak pengguna laporan keuangan. FASB, dalam tujuan pelaporannya
menyatakan,informasi ditujukan untuk keputusan yang terkait dengan bisnis
perusahaan dan investasi.Berdasarkan tujuan pelaporan tersebut, pengguna
laporan keuangan bisa dikelompokkanmenjadi pemilik, pemberi pinjaman, pemasok,
karyawan, dan manajemen (Hendriksen danVan Breda, 1992).
Berikut
ini penjelasan tentang kelompok pengguna dan bagaimana pemanfaatan
laporankeuangan (Harianto dan Sudomo, 1998):
a) Pemilik
(investor)
Pemilik
berkepentingan dengan laporan keuangan untuk kepentingan penilaian
kinerjamanajemen, sebagai pihak yang diberi tanggung jawab menjalankan dana
pemegangsaham. Selain itu, laporan keuangan yang didalamnnya memuat informasi earning, digunakan untuk menentukan
kebijakan kepemilikan saham. Jika kemampuan menghasilkan earning rendah, maka bisa
dipertimbangkan untuk memindahkankepemilikan saham ke perusahaan lain. Banyak penelitian yang
menggunakan earningmasa lalu untuk memprediksi kemampuan menghasilkan earning
di masa depan(misalnya Little (1962) dan Little dan Rayner (1966) dalam Watts
dan Zimmerman(1986) dan Ball dan Brown (1968)
b) Pemberi
pinjaman
Kelompok ini berkepentingan dengan laporan
keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjaman
beserta bunganya. Informasi ini bisadilihat lewat analisa kewajiban dengan aset
(aktiva) dalam laporan keuangan
c) Pemasok
Hubungan antara pemasok dan perusahaan bisa
dijembatani lewat laporan keuangan.Pemasok akan memberikan harga khusus jika ia
melihat kemampuan keuangan perusahaan bagus. Misalnya, laporan keuangan
menunjukkan adanya likuiditas dansolvabilitas yang tinggi. Dengan kata lain,
hutang dagang dalam keadaan terjamin.
d) Karyawan
Permintaan laporan keuangan oleh karyawan
didasarkan beberapa motivasi.Karyawan mempunyai kepentingan agar perusahaan
selalu berkembang baik danmenghasilkan laba. Laporan keuangan adalah informasi
yang penting yang bisadigunakan untuk melihat kondisi profitabilitas dan
solvabilitas perusahaan sekarangdan yang akan datang. Laporan keuangan juga
bisa dijadikan dasar pemberian insentif berdasarkan
pencapaian target laba tertentu.
e)
Manajemen
Manajemen berkepentingan dengan laporan keuangan
sebagai media pertanggungjawaban kepada pemilik
perusahaan. Selainitu, sebagai alat untuk menunjukkan kinerja manajemen, laporan keuangan
bisa dijadikan dasar pemberian bonus kepada manajemen. Banyak penelitian
yang menggunakan informasi akuntansisebagai media mengendalikan manajemen,
khususnya pemberian bonus, antara lainHealy (1985)
2. Problem apa
yang dihadapai pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan?
Dengan memahami masalah dalam pengambilan
keputusan pengguna laporan keuangan,akuntan akan lebih baik dalam
memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukanpara pengguna tersebut. Laporan keuangan yang
disiapkan, disesuaikan dengan keperluan khusus penggunanya. Hal ini
diharapkan akan membawa pada pengambilan keputusan yang lebih baik.
Namun, untuk mengetahui jenis masalah dalam
pengambilan keputusan pengguna laporankeuangan tidaklah mudah. Akuntan harus
memahami logika berfikir mereka. Cara yang bisadilakukan antara lain dengan
menggunakan teori ekonomi dan keuangan. Dua teori yang akandibahas dalam
makalah ini adalah teori pengambilan keputusan individu (single-persontheory of
decision) dan teori investasi (theory of investment).
SINGLE-PERSON THEORY OF DECISION
Manfaat teori:
a) Membantu akuntan dalam
memahami bagaimana individu membuat keputusan yangrasional dalam keadaan yang tidak pasti
(uncertainty).
b) Membuat akuntan menghargai
konsep informasi, yaitu konsep yang mampu membuat pengambil keputusan mempertajam keyakinan subyektif mereka
akan future payoff ,sebagai
hasil dari keputusan yang mereka buat.
Teori ini memakai sudut pandang dari individu
yang harus membuat keputusan investasidalam keadaan yang tidak pasti.
Probabilitas yang dipakai tidak lagi obyektif, sebagaimanadalam keadaan ideal.
Dengan demikian diperlukan prosedur formal bagi individu untuk dapatmembuat
keputusan terbaik, yaitu dengan cara memilih satu dari satu set alternativekeputusan.
Prosedur ini memungkinkan adanya tambahan informasi, yang diperlukan
untuk memperbaiki penetapan subyektif nilai probabilitas kejadian setelah
keputusan dibuat. Peran akuntansi
diperlukan disini, karena ia mampu memberi tambahan informasi untuk
prosedur tersebut.
Peran Informasi Akuntansi
Untuk bisa dikatakan berguna, suatu informasi
harus mampu membantu memprediksi returninvestasi di masa depan. Bagaimana
laporan keuangan berbasis historical cost membantu penggunanya? Yaitu
dengan membantu prediksi bahwa adanya bad news atau good newsyang terkandung di
dalam laporan keuangan, akan tetap ada di masa mendatang. Ada dua jenis
cara menggunakan informasi keuangan untuk prediksi harapan
return investasimasadepan (Scott, 2009):
- Dengan
menggunakan informasi pendapatan bersih saat iniCurrent Financial Statement (good news or bad news in
net income)-àprediksifuture earning power-à prediksi future expected return
Penmann dan Zhang (2002) menyatakan earning yang
berkualitas adalah earning yang bisamenjadi indicator yang baik bagi prediksi
earning masa depan. Mereka istilahkan earning berkualitas baik sebagai
“sustainable earning”.
Namun, hasil hasil penelitian menunjukkan bahwa
perilaku earning bersifat
random walk (Watts dan Zimmerman, 1986). Dengan kata lain, perilaku earning
tidak bisa dipolakan,sehingga sulit untuk dijadikan dasar prediksi. Sedangkan
Penmann dan Zhang (2002)menunjukkan, jika
perusahaan secara konsisten menerapkan akuntansi konservatiftanpa perubahan
metode dan estimasi, maka akan meningkatkan kualitas earning
perusahaantersebut. Jika kualitas informasi earning dicerminkan dalam perubahan
dalam reaksi pasar (harga saham), Franci dkk (2002) menunjukkan bahwa jika
laporan keuangan disajikanmendetail dan ada penjelasan (disclosure) maka akan
memberikan efek positif pada pasar. Namun dalam penelitian Easton dan
Monahan (2005) menunjukkan bahwa penggunaanangka angka akuntansi sebagai proksi
dari expected return ternyata tidak menunjukkan asosiasi yang positif. Dengan kata lain, angka akuntansi tidak bisa digunakan sebagai dasar menetapkan expected rate of return investasi
- Dengan
menggunakan informasi arus kas saat iniCurrent Financial Statement (good news or bad news in
cash flow)-à prediksi futurecash flowàprediksi future expected return
Dengan demikian, berdasarkan teori keputusan,
dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan berbasis historical cost masih
bermanfaat bagi investor meskipun laporan tersebut tidak melaporkan secara
langsung aliran kas masa depan berbasis perhitungan nilai
sekarang(present-value-based).
Garis yang menghubungkan informasi laporan
keuangan masa sekarang dengan informasilaporan keuangan masa depan adalah
kondisi yang probabilistic. Satu set probabilitas berbagai keputusan ini
disebut system informasi.
Konsep system informasi menunjukkan bahwa
semakin besar probabilitas dalam systeminformasi (dalam diagonal utama),
informasi dianggap informative. Mengapa? Karena besarnya probabilitas
menunjukkan informasi yang sekarang memiliki kemampuanmemprediksi yang besar tentang
kejadian di masa depan. Semakin informative suatuinformasi maka ia semakin
berguna bagi pengambilan keputusan. Dengan demikian, definisiinformasi dalam
decision theory adalah: bukti yang memiliki potensi mempengaruhikeputusan
individu.
Teori ini adalah bagian dari teori pengambilan
keputusan individu, yang mengkhususkan pada
Pemodelan proses pengambilan keputusan investor yang rasional. Dengan
memahamiteori ini, membantu akuntan memahami sifat resiko dalam konteks
investasi portofolio.
Pada dasarnya, keputusan investasi adalah trade
off antara return dan resiko (Jones, 1998).Return adalah hasil yang diperoleh
dari modal yang kita investasikan. Return dibedakanmenjadi 2, expected return
(return yang diharapkan terjadi di masa depan) dan relized return(return actual
yang terjadi di masa lalu). Risk (resiko) adalah kemungkinan bahwa return actual tidak akan sama dengan return yang
diharapkan (expected return). Return dan risk mempunyai hubungan yang
positif,semakin besar risiko yang harus ditanggung, semakin besar return yang harus dikompensasikan (Jogiyanto,1998).
Dalam decision theory, diasumsikan bahwa
(Scott,2009):
- Investor, dalam mengambil keputusan, akan memilih investasi yang memilikiexpected utility terbesar. Dalam hal ini
adalah expected return terbesar pada resiko tertentu.
- Investor yang rasional adalah bersifat risk-averse. Risk-averse investor adalah seoranginvestor yang tidak akan menerima level
resiko tertentu kecuali ada harapankompensasi yang layak karena mengambil
resiko tersebut (Jones, 1998).Pengetahuan tentang sifat investor yang
risk-averse ini penting bagi akunta;n, karenahal tersebut menunjukkan
kebutuhan informasi investor yang terkait dengan resiko juga dengan
nilai kembalian yang diharapkan di masa depan (expected value of future
returns)
Proses pengambilan keputusan investasi meliputi (Jones, 1998):
- Analisa Saham, yaitu proses penilaian dan analisa
saham secara individu
- Manajemen Portofolio, yaitu pengaturan sekelompok aset
(yaitu portofolio) menjadisebuah unit
Prinsip dalam diversifikasi portofolio
Sifat risk-averse investor yang menyukai resiko
yang paling kecil, bisa dilakukanmelalui strategi diversifikasi. Yaitu strategi
mengecilkan resiko investasi melalui portofoliosaham. Prinsip ini memiliki
implikasi penting pada sifat informasi resiko yang diperlukaninvestor.
Ada 2 jenis resiko investasi:
- Economic-widerisksYaitu resiko yang timbul dari perubahan faktor
lingkungan eksternal perusahaan dan biasanya bersifat makro. Contoh
faktor tersebut: tingkat suku bunga, kurs pertukaranmata uang asing,
tingkat aktivitas ekonomi, dll. Resiko karena aspek makro
ini bermakna, jika return di salah satu saham tinggi, maka
kemungkinan besar return disaham
yanglain juga tinggi. Dengan kata lain, return antar saham perusahaan berkorelasi
dengan baik. Resiko saham ini tidak dapat dihilangkan denganmembentuk
portofolio. Dalam banyak textbook, residual income capital
chargedirekomendasikan sebagai market-risk (Christensen dkk, 2002)
- Firm-specific risksYaitu resiko
yang timbul dari faktor internal perusahaan, dan hanya
mempengaruhi perusahaan itu saja. Contoh: perubahan proses produksi,
perubahan strategi pemasaran, dll. Resiko bersifat independen antar
perusahaan. Return yang tinggi disatu perusahaan tidak selalu demikian di
perusahaan lain. Resiko ini bersifat dapatdihilangkan dengan membentuk
portofolio.
Pengungkapan resiko perusahaan merupakan salah satu hal yang
diminta oleh Security andExchange Commission (SEC) melalui Financial Reporting
Release No. 48 (Jorgensen danKeirschenheiter, 2003)
Bagaimana diversifikasi portofolio menurunkan
resiko investasi?
Asumsi yang digunakan dalam diversifikasi adalah
tidak ada biaya transaksi, sehinggasemakin banyakportofolio akan lebih baik,
karena bisa semakin menurunkan resiko. Dengan portofolio, resiko spesifik perusahaan yang
satu akan saling menghilangkan dengan resikospesifik perusahaan lain. Jika satu
perusahaan ternyata dalam realisasinya memiliki returnrendah, selalu ada
kesempatan saham perusahaan lain memiliki return yang tinggi. Semakin banyak
diversifikasi, semakin efisien. Berbeda pada economy-wide risk, tidak ada
prosessaling menghilangkan secara komplit. Ketika portofolio pasar dilakukan,
economy-wide risk masih tetap berkontribusi pada risiko portofolio,dan resiko ini
tidak bisa diddiversifikasi.Resiko yang tidak bisa didiversifikasi ini disebut
resiko sistematik. Dengan diversifikasi,investor bisa meminimalkan risiko tanpa
mengurangi return (Jogiyanto, 1998).
REAKSI ORGANISASI PROFESIONAL AKUNTANSI PADA
PENDEKATANDECISION-USEFULNESS
Sebagian besar organisasi profesi akuntansi telah
mengadopsi pendekatan decision-usefulness. Hal ini bisa dilihat pada Conceptual
Framework FASB, pada SFAC no 1. Disanadisebutkan tujuan pelaporan adalah untuk
investasi rasional. Hal ini sama dengan yangdinyatakan teori keputusan, bahwa
individu yang berusaha memaksimalkan utilitas yangdiharapkan disebut individu
yang rasional.
Tujuan pelaporan kedua SFAC no 1 adalah
penyediaan informasi untuk membantumenetapkan jumlah, waktu, dan derajat
ketidakpastian dari kas yang diterima lewat devidenatau bunga. Tujuan ini
mengakui adanya kebutuhan informasi prediktif tentang kembalianinvestasi masa
depan. Hal ini sama dengan prediksi dalam teori investasi.
Bagaimana laporan keuangan berbasis historis bisa
digunakan untuk return masadepan? Hal ini mungkin menjadi kesulitan utama yang
dihadapi FASB. Historical cost sudahditerapkan perusahaan secara tetap,
sehingga perlu dibuat garis yang menghubungkan kinerja perusahaan masa
lalu (karena laporan keuangan berbasis kos historis), dengan prospek masadepan. Tanpa garis penghubung tersebut, tujuan
SFAC no 1 tidak akan tercapai.
Menurut SFAC no 1, meskipun keputusan investasidan
kredit menggambarkanekspektasi kinerja mansa depan perusahaan, tapi
ekspektasi tersebut biasanya berdasrkan,setidaknya sebagian, berdasarkan
evaluasi kinerja perusahaan dimasa lalu.
Pernyataan SFAC tersebtu sejalan dengan
information system dalam model pengambilan keputusan. Laporan keuangan
sekarang menjadi dasar penetapan probabilitasGood News atau Bad News dan dasar
sifat kinerja masa depan (earning power tinggi ataurendah).
Dalam SFAC no 2, FASB menyatakan sifat informasi
akuntansi yang diperlukanuntuk mencapai tujuan pelaporan keuangan. Informasi
dianggap berguna jika ia (Suwardjono,2006):
1. Menambah pengetahuan pembuat
keputusan tentang keputusannya di masa lalu,sekarang, dan masa dating
2. Menambah keyakinan para pemakai mengenai
probabilitas terealisasinya suatuharapan dalam kondisi ketidakpastian
3. Mengubah keputusan atau perilaku para pemakai
Esensi relevan ini sama dengan definisi informasi
dalam decision theory. Dalam teorikeputusan, informasi adalah sesuatu yang
berpotensi mengubah keputusan seseorang. Suatu bukti, jika tidak
berpotensi membuat perubahan, ia bukan informasi.
Hal lain yang menjadi karakteristik informasi
menurut SFAC no 2 adalah reabilitas.Informasi yang reliable adalah informasi yang penyjiannya wajar dan bisa diverifikasisertanetral. Karakteristik ini sama dengan
karakteristik informasi dalam decision theory, yaitu bersifat tepat (precise)
dan bebas bias (free from bias)
v The Measurement Perspective on
Decision Usefulness (MPDU)
- PVA: aktiva pendekatan neraca =
perspektif pengukuran
- HCA: aktiva pendekatan laba rugi =
perspektif informasi
- Implikasi Perspektif pengukuran pada
kemanfaatan keputusan:
§
Pemakaian yang semakin besar nilai wajar
dalam segenap LK untuk menunjukkan keberadaan pendekatan neraca untuk pelaporan
keuangan
§
Lawan dari pendekatan Laporan Laba Rugi
- Measurement Pesrpective on Decision
Usefulness (MPDU): pendekatan pelaporan keuangan yang digunakan akuntan
untuk:
§
melakukan tanggungjawab menterpadukan
nilai wajar ke dalam segenap LK,
§
Melakukan dengan reliabilitas yang masuk
akal,
§
Mengakui kewajiban yang meningkat untuk
membantu investor MEMPREDIKSI NILAI perusahaan
- Jika Measurement Perspective (MP)
berguna, maka sebaiknya penerapannya, tidak mengorbankan dengan (cost of)
menurunkan substansi RELIABILITAS
- Walau tidak mungkin MP mengganti
HCA, nyatanya bahwa keseimbangan relatif informasi basis biaya vs basis
nilai wajar dalam LK mengarah kepada nilai wajar (eg: RRA), alasan:
§ Efisiensi
pasar, teori & bukti yg meningkat: bahwa pasar tidak seefisien yang diyakini)
§ Teori
Surplus Bersih (Ohlson): laba bersih HCA hanya menjelaskan sedikit variabilitas
harga dan kewajiban legal yg harus diekspos akuntan ketika perusahaan dalam
tekanan financial.
Apakah Pasar Efisien?
- pertanyaan muncul: ukuran
(seberapa) efisiensi pasar?
- jika valid = penting,
§
praktik pengandalan pada informasi
suplemen dalam catatan LK/ di manapun, untuk melengkapi laporan keuangan
berbasis biaya historis yg mungkin tidak efektif penuh dalam memberikan informasi,
berguna untuk investor
- Jika pasar sekuritas tidak efisien
secara penuh,
§
pelaporan keuangan perbaikan mungkin
berguna dalam mengurangi ketidakefisienan, sehingga bisa memperbaiki operasi pasar
sekuritas.
- Premis pertanyaan tersebut:
rata-rata perilaku investor mungkin tidak berhubungan dengan teori
keputusan rasional dan model investasi.
Apakah Pasar Efisien?
- Bias pencirian diri
(self-attribution bias):
§
individu merasa bahwa hasil keputusan yang
bagus disebabkan pada kemampuannya,
§
sedangkan hasil yang buruk disebabkan realisasi
tak menguntungkan keadaan yang jelek (state of nature), bukan oleh kegagalannya.
§ keyakinan
yang diperkuat yang mengikuti kenaikan dalam harga saham menyebabkan pembelian
lebih banyak saham, dan
§ harga
saham naik pada sisi berikutnya.
Apakah Pasar Efisien?
§ korelasi
serial positif return,
§ bertentangan
dengan perilaku langkah acak return di bawah efisiensi pasar.
o
Bias pencirian diri dan momentum tidak konsisten
dengan efisiensi pasar dan yang mendasari teori keputusan.
o
Keuangan keperilakuan (behavioral
finance): studi tentang ketidakefisienan sekuritas berbasis keperilakuan.
Teori Prospek (TP)
•
oleh Kahneman dan Tversky (1979).
•
TP: memberikan alternatif berbasis
keperilakuan untuk teori keputusan.
•
Implikasi TP: investor yang mempertimbangkan investasi berisiko (“prospek”)
akan mengevaluasi secara terpisah prospektif untung dan rugi.
•
TP_Teori Keputusan-TK: investor mengevaluasi keputusan dilihat dari sisi
efeknya pada kemakmuran total.
•
Kebencian pada rugi (loss aversion): konsep perilaku, yang dengan ini individu
tidak suka walaupun kerugian sangat kecil.
•
Efek disposisi: investor menunjukkan perilaku pengambil risiko dengan respek
pada rugi, investor menahan saham pada perusahaan rugi (loser) dan menjual
saham perusahaan laba (winner)
•
Asumsi TP:
– Loss aversion
–
Individu “memberi bobot” probabilitas nilai harapan suatu prospek
Teori Prospek (TP)
Volatilitas Pasar Saham Ekses
•
Apakah pasar efisien?
•
CAPM beranggapan bahwa beta dan tingkat bunga bebas risiko konstan,
– hanya perubahan dalam
return pada portofolio pasar (E(RMT)) yang menyebabkan perubahan dalam return
saham-j.
– Determinan
fundamental E(RMT) adalah dividen harapan agregat di antara semua perusahaan dalam
pasar.
– Semakin tinggi
dividen harapan agregat, semakin banyak investor akan investasi dalam pasar.
– Yang menyebabkan
permintaan saham dan menyebabkan indeks pasar naik, dan sebaliknya.
– Akibatnya, jika pasar
efisien, perubahan dalam E(RMT) seharusnya tidak menyebabkan perubahan dalam
dividen harapan agregat.
•
Shiller (1981) menemukan bahwa:
– variabilitas indeks
pasar beberapa kali lebih besar daripada variabilitas dividen agregrat
menandakan Pasar tidak efisien.
Volatilitas Pasar Saham Ekses--Why
•
Akert & Smith (1993)
– dividen harapan mendatang sebagai determinan
fundamental nilai perusahaan harus
diperluas pengertiannya.
– Semua distribusi kepada semua pemegang saham:
pembelian kembali saham &
distribusi yang mengikuti pengambil alihan
(takeover).
– Menemukan: jika item tambahan ini masuk
volatilitas ekses tidak tampak.
•
Alasan mengapa volatilitas ekses ada:
– Konsisten dengan efisiensi, diderivasi dari non
stationariti (betanya).
– Diderivasi dari faktor keperilakuan.
•
Model momentum Daniel et al. (2001)
– mengimplikasikan
volatilitas pasar ekses seperti harga menaik (overshoot) dan kemudian jatuh
lagi.
•
Shleifer et al. (1990): ada dua investor: rasional dan berumpan balik positif:
– Berumpan balik
positif: yang membeli saham ketika harganya mulai naik, dan sebaliknya.
– Rasional: akan
menjual singkat (sell short ), mengantisipasi turunnya harga yang akan
mengikuti harga menaik yang disebabkan oleh pembelian investor berumpan balik
positif. Dianggap akan ambil manfaat saat harga naik walau terakhir kesempatan.
–
Volatilitas ekses di pasar MUNCUL.
Anomali Pasar Sekuritas Efisien
•
Buktinya bahwa:
– pasar tidak bisa merepon pada informasi secara
pas, seperti prediksi teori efisiensi
– Harga butuh waktu lama untuk bereaksi atas informasi
LK
– Adanya return abnormal mengikut rilis informasi
– Disebut anomali pasar
efisien: Pengaruh mengambang pasca pengumuman (post-annaouncement drift) dan Respon
pasar pada akrual
•
Dua anomali—pasar efisien?
Implikasi Inefisiensi Pasar bagi Pelaporan
Keuangan
•
Ukuran bahwa pasar tidak secara penuh efisien: meningkatkan pentingnya
pelaporan keuangan (PK).
•
Perdagangan noise, harga bisa dibiaskan ke atas atau ke bawah relatif pada
nilai fundamentalnya, akibatnya investor rasional termasuk analis akan menemukan
penilaian salah ini dan mengambil manfaat.
•
Inefisiensi pasar mendukung perpektif pengukuran—MP.
Alasan Lain yg Mendukung MP
•
Kemanfaatan keputusan PK bisa ditingkatkan dengan perhatian yang ditingkatkan
pd pengukuran:
– Pasar tidak seefisien yang diyakini
– Laba menjelaskan hanya
sedikit perubahan harga di sekitar tanggal pengumuman laba, porsi ini semakin
menurun
– Relevansi HCA?
•
Teori surplus bersih (clean surplus theory-CST): nilai pasar perusahaan dapat
dinyatakan dari sisi variabel laba rugi dan neraca.
•
CST menerpkan beberapa basis akuntansi, tetapi menunjukkan bahwa nilai perusahaan
tergantung pada variabel akuntansi fundamental, konsisten dengan MP.
•
Perhatian yg meningkat pada pengukuran didukung oleh lebih banyak pertimbangan
praktis.
Relevansi nilai Informasi LK
•
Chapter 5 riset akuntansi:
– harga merespon kandungan informasi laba.
– Riset ERC menunjukkan
bahwa pasar canggih dalam mengekstrak implikasi nilai dari LK atas dasar HC.
•
Relevansi nilai (=R2): seberapa besar informasi LK memiliki efek material pada
return dan harga saham.
•
Lev (1989):
– pasar responnya kecil
– Ada perbedaan signifikansi statistik dan praktis
– Statistik mengukur
relevansi nilai seperti R2 dan ERC secara signifikan berbeda dengan nol
walaupun sangat kecil
– Ada respon pasar pd laba (sbg lawan tak ada
respon)
•
Nilai relevan turun: Lev (1989), Brown et al. (1999), Lev & Zarowin (1999);
tetapi return abnormal meningkat: Landman & Maydew (2002), Francis et al.
(2002)
•
Relevansi nilai rendah atas laba menyarankan bahwa ada ruang bagi akuntan untuk
meningkatkan kemanfaatan LK
Kewajiban Legal Auditor
•
Sumber tekanan bg MP muncul sebagai reaksi pada kegagalan (keuangan) perusahaan
yang menyebabkan kegagalan pelaporan keuangan, penalaran:
– Kegagalan utang &
tabungan melibatkan pelaporan terlala besar aset pada neraca auditan
– Auditor bekerja di
bawah tekanan manajemen untuk menyimpang dan “memperlunak” PABU, agar
– Persyaratan modal, target laba dan/atau ramalan
analis tercapai
•
Untuk melindungi tekanan dan kewajiban potensial perilaku etis:
– kepentingan jika
panjang profesi audit/akuntansi dilayani tidak dengan menghasilkan laporan
auditan dengan tekanan manajemen untuk memperlunak PABU
– Menerapkan akuntansi konservatif
– HCA (seksi 1.2) mengandung elemen konservatif
– Contoh: LoCoM untuk persediaan
•
MP berjalan dalam problema reliabilitas (walaupun semakin relevan)